Pengertian Kesempatan Kerja dan strategi peningkatan kerja

Posted on

Pengertian Kesempatan Kerja dan strategi peningkatan kerja – Dengan Semakin meningkatnya pembangunan, maka semakin besar pula kesempatan kerja yang tersedia. Hal ini berarti semakin besar pula permintaan akan tenaga kerja. Sebaliknya semakin besar jumlah penduduk, maka semakin besar pula kebutuhan akan kesempatan kerja. kesempatan kerja merupakan salah satu masalah pokok yang dihadapi dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian kesempatan kerja dan Pentingnya kesempatan kerja.

Definisi Kesempatan Kerja

Pengertian Kesempatan kerja secara umum adalah sebagai suatu keadaan yang mencerminkan jumlah dari total angkatan kerja yang dapat diserap atau ikut serta aktif dalam kegiatan perekonomian.
Kesempatan kerja merupakan lapangan dan lowongan kerja yang tercipta untuk diisi melalui suatu kegiatan ekonomi (produksi). Dengan demikian kesempatan kerja adalah mencakup lapangan kerja yang sudah diisi dengan semua lowongan pekerjaan yang belum diisi.
Menurut Esmara (1986:134), kesempatan kerja adalah sebagai jumlah penduduk yang bekerja atau orang yang sudah memperoleh pekerjaan, semakin banyak orang yang bekerja semakin luas kesempatan kerja.
Kesempatan kerja ditunjukkan oleh jumlah orang-orang yang bekerja atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa kesempatan kerja adalah jumlah penduduk yang bekerja dalam asumsi bahwa situasi perekonomian yang mengalami surplus tenaga kerja, maka kesempatan kerja akan tercermin dalam jumlah prang yang terserap dalam proses kegiatan ekonomi.

Pentingnya kesempatan kerja

  1. Penciptaan lapangan kerja serta pembayaran upahnya mungkin merupakan satu-satunya mekanisme yang dapat membagi kembali pendapatan kepada mereka yang sebelumnya tanpa pekerjaan.
  2. Pengangguran (unemployment) adalah demoralizing, seseorang yang tanpa pekerjaan dapat hilang harga dirinya.
  3. Pada hakekatnya bekerja adalah baik, apapun dampaknya pada semangat (morale), harga diri atau perasaan lainnya.
  4. Akan muncul keresahan sosial-politik jika sejumlah besar penduduk tidak memperoleh pekerjaan.
  5. Setiap tahun akan muncul sejumlah besar pencari kerja baru.
Baca :  Pengertian Akuntansi Biaya Serta Tujuan Dan Fungsinya

Tenaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam roda perekonomian suatu negara, karena:

1. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi.

2. Sumber Daya Alam.

3. Kewiraswastaan.

Tenaga kerja juga penting dilihat dari segi kesejahteraan masyarakat. Adapula masalah yang ditimbulkan dari banyaknya tenaga kerja:

1. Masalah-masalah perluasan kesempatan kerja.

2. Pendidikan yang dimiliki angkatan kerja.

3. Pengangguran.

Sumitro Djojohadikusumo mendefinisikan angkatan kerja sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Faktor-faktor yang menentukan angkatan kerja menurut Sumitro diantaranya:

a. Jumlah dan sebaran usia penduduk.

b. Pengaruh keaktifan bersekolah terhadap penduduk berusia muda.

c. Peranan kaum wanita dalam perekonomian.

d. Pertambahan penduduk yang tinggi.

e. Meningkatnya jaminan kesehatan.

STRATEGI PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA

Sebagai strategi peningkatan kesempatan kerja yang diperlukan antara lain :

a. Dari sisi persediaan tenaga kerja :

  • Pengendalian jumlah penduduk dalam jangka panjang masih perlu dipertahankan.
  • Pengendalian angkatan kerja dalam jangka pendek melalui peningkatan pendidikan yaitu dibedakan atas peningkatan kuantitas pendidikan (perluasan fasilitas pendidikan, peningkatan kondisi perekonomian keluarga yang mencegah angka putus sekolah dan peningkatan usia sekolah/wajib belajar 9 tahun) serta peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas tenaga kerja.
  • Pemerataan pembangunan infrastruktur secara merata sehingga dapat mencegah migrasi desa-kota.

b. Dari sisi kebutuhan tenaga kerja

  • Perluasan dan penciptaan kesempatan kerja melalui kebijakan makro (seperti penyederhanaan mekanisme investasi, pengembangan sistem pajak yang ramah pengembangan usaha, sistem kredit yang menggerakkan sektor riil), kebijakan regional (melalui pengalokasian anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang menyerap tenaga kerja), kebijakan sektoral ( di sektor pertanian dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan (koperasi), membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa usaha kecil (UKM) dalam pengolahan hasil pertanian, perbaikan teknik usaha tani, hingga pengembangan sistem pengemasan sesuai dengan kebutuhan pasar di luar komunitas, sedangkan di sektor industri melalui penyederhanaan mekanisme investasi, penataan sistem keamanan yang lebih baik, melakukan promosi peluang investasi daerah serta di sektor lainnya melalui sistem regulasi dan perizinan usaha yang lebih sederhana) dan kebijakan khusus (usaha kerajinan dan makanan bagi wanita di perdesaan, TKMT (Tenaga Kerja Muda Terdidik) yaitu program perluasan kesempatan kerja bagi lulusan SLTA ke perdesaan.
  • Pengembangan sistem link and match dan informasi kerja.
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *